OM SUASTYASTU,
Yang terhormat Umat SeDharma dimana saja,melalui Blog ini kami atas nama Keluarga Besar Umat Hindu Jakarta Utara yang dalam hal ini sebagai pengempon 2 Pura/Khayangan Jagat di Jakarta Utara yakni Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri dan Pura Segara (DKI), ingin mengetuk hati dari para Dermawan Sekalian sehubungan dengan pelaksanaan perbaikan ataupun pembangunan sarana persembahyangan serta sarana pengembangan/ pendidikan umat Hindu di Jakarta Utara.
Adapun pekerjaan yang sedang dan akan dilaksanakan yaitu :
1. Pembangunan Tempat/Sekolah Pendidikan Agama
2. Perbaikan Sarana tempat Ibadah dengan pelaksanaan peninggian Areal Pura
Kondisi sekarang yang ada adalah:
Untuk tempat pendidikan sudah tidak layak lagi, karena selain bangunan sudah tua, jika hujan akan mengalami banjir. Untuk itu perlu di bangun Sekolah yang layak, dari Pengurus Banjar/Suka Duka Hindu Dharma Jakarta Utara sudah menyiapkan lahan sebagai tempat pendidikan tersebut.
Sebagai perincian Pasraman yang ada sekarang memliki 3 kelas dan 1 ruang guru Agama, untuk rencana pembangunannya akan dirubah sepenuhnya menjadi ruang-ruang kelas yang lebih baik dari sekarang, hal ini demi terlaksananya program belajar mengajar yang lebih baik sehingga akan menghasilkan generasi Hindu yang lebih maju dengan ikut berpartisipasi dalam kemajuan Bangsa Indonesia.
Kemudian kondisi tempat persembahyangan saat ini adalah :
1. Utama Mandala :
Posisi cukup rendah dan sangat perlu untuk ditinggikan, kemudian perlu juga perbaikan prasarana pendukung persembahyangan.
2. Madya Mandala :
Setelah ditinggikan sekitar 40 cm kondisinya saat ini boleh dibilang sudah tidak terkena banjir, tapi untuk tahun-tahun mendatang tetap harus diantisipasi dari proses penurunan permukaan tanah yang rata2 setiap tahun turun sekitar beberapa centimeter, dan ini akan berdampak kepada banjir yang akan datang jika tidak ditinggikan.
3. Jaba Sisi :
Setelah area Jaba Sisi ditinggikan sekitar 40 cm berdampak pada Balai Wantilan yang sekarang letaknya adalah di bawah, yang mengakibatkan banjir jika hujan.
Dengan kondisi seperti tersebut di atas rasanya tidak berlebihan apabila kami dari segenap Umat Hindu di Jakarta Utara bercita-cita ingin menjadikan Pura yang kami sucikan tersebut menjadi lebih suci dan lebih indah baik dari pengamatan Sekala maupun Niskala.

Gambar di atas adalah suasana kerja gotong royong umat Hindu Jakarta Utara yang sudah menjadi tradisi dan sampai sekarangpun tradisi itu tetap dipertahankan. Suasana gotong royong tersebut dilakukan pada saat peninggian tahap 1 areal Pura yg luasnya kurang lebih 6000 m2 dan pendanaan didukung oleh umat hindu Se JaBoDeTaBek.
Untuk peninggian areal Pura yang meliputi Madya Mandala dan Jaba Sisi belum meliputi Mandala Utama dan Sarana pendukung lainnya seperti Balai Wantilan, Sekolah (Pasraman) serta Dapur.
Pelaksanaan pekerjaan peninggian areal Pura tahap 2 yaitu meninggikan Mandala Utama dengan ketinggian sekitar 2-3 meter, hal ini untuk mengantisipasi banjir dan penurunan permukaan tanah yang terjadi setiap tahun, adapun perlu diketahui kondisi sekarang ini areal Pura sudah berada di bawah jalan, padahal 10 tahun yg lalu ketinggian Pura berada di atas jalan. Tentunya dengan peninggian area suci tersebut juga akan diikuti dengan penyesuaian terhadap area yang lainnya, termasuk juga dengan bangunan yang ada.
Rencana pembangunan tersebut sebenarnya sudah termasuk juga mengenai pembangunan Sekolah Agama Hindu (Pasraman) yang memang kondisinya sangat memprihatinkan.
Untuk itu sekali lagi kami dari Pengurus Suka Duka Hindu Dharma Jakarta Utara mengetuk hati para Darmawan semua untuk ikut berpartisipasi di dalam rencana kami tersebut.
Untuk lebih detailnya silahkan untuk menghubungi Ketua Banjar (SDHD) Jakarta Utara periode 2004-2009 : Bp. Ir. I Made Suwendra di no HP: 08551062337 dan Sekertaris Banjar Bp. Anak Agung Ketut Patra, SE. di No. HP: 08129264632
Mudah-mudahan apa yang para Dermawan berikan nanti akan sangat berarti bagi perkembangan Umat Hindu di Jakarta ataupun di indonesia pada umumnya.
Termakasih atas perhatian dan bantuannya, mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan.
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Jakarta, 01-02-2008
Ir. I Made Suwendra
-------------------------
Ketua SDHD Jakarta Utara
No comments:
Post a Comment